Tenggara Hotel
Oleh : Muhammad Pradipta N.
Suatu hari istimewaku
Berbujur amanat ‘tuk mengantar surat
Ucapan terhadap hariku menggema
Kecuali suatu sapaan
Hanya tinggal antar saja
Pada bawah terik yang terpancar
Menyilaukan putih amplop surat ini
Untuk selipat kertas segi panjang
Dan isi surat yang menjadi pikir panjang
Belakang Hotel Tentrem
Memberi krem pada nuansa pandangku
Berhias corak emas
Membuktikan citra mewah di dalamnya
Namun ku di luar
Tenggara hotel
Hanya terus mencari tempat yang ku tuju
Padat, Sempit, Beton
Namun tiada rasa kumuh
Masih mencari tujuan surat
Dengan bertanya kepada warga setempat
Apakah mereka tak sempat
Memberi petunjuk keputusan yang bulat
Ah, Selamat
Untung,aku tidak mengumpat
Baru ini ada peristiwa
Warga jogja tak menyapa
Kakek, bapak, dan anak
Hanya diam tak bergerak
Sepi tanpa dialektika
Antar aku dan mereka
Antar mereka dengan mereka
Tidak terasa andai seperti biasa
Perasaan aneh atau aku yang tidak suka
Seharusnya aku disapa
Persepsiku,
Ini adalah warga Jogja
#11Feb2017
#11Feb2017
